Kantor

Alamat Surat :
Perumahan Taman Laguna, Ruko No. 112
Jl. Alternatif Cibubur
Bekasi 17435
          (+62 21) 8459 0227
          (+62 21) 8459 0227
          sekretariat.pusat@gpmt.or.id

Blog GPMT

 Klik banner dibawah ini untuk menuju http://asosiasi-gpmt.blogspot.com

 
 

Kamis, 02 November 2017

Cara Mudah Cek HS Code Online

 
Masuk ke portal INSW (Indonesia National Single Window) di http://eservice.insw.go.id/
 
Dalam website INSW tersebut sudah ada bermacam-macam fitur, yaitu  :
 
Indonesia National Trade :
Repository Ini adalah gudangnya data perdagangan, salah satunya membahas mengenai HS code information, lartas information, dll
 
Trade Simulation :
Pada fitur ini kita dapat mengetahui kira-kira berapa total nilai pajak dan pabean yang harus dibayarkan kepada negara
 
Manifest Information : 
Fitur ini digunakan untuk melakukan pengecekan data manifest barang import kita, posisi produk import kita ada dimana.
 
Exchange Rate : 
Pada page ini kita dapat cek kurs pajak pabean yang berubah setiap seminggu sekali setiap hari Rabu.
 
 
Masuk ke page INSW : 
 
Klik INDONESIA NTR (Seperti Gambar 1) –> HS CODE INFORMATION  –> Klik di bagian parameter pilih BTBMI – Description in Indonesian (Gambar 2) –> Masukkan kata pada Key words dalam Bahasa Indonesia, contoh APEL (Gambar 3). Akan muncul berbagai macam jenis HS code dengan content apel.
Contoh : Apel kering (Gambar 4)
Cari HS Code yang dibutuhkan, INGAT : di Indonesia untuk eksport/import memakai aturan Tarif nasional yaitu HS dengan digit berjumlah 8 digit.
Atau bisa masukkan langsung HS Code - nya untuk mencari BM dan PPN nya.
 
 
INSW
Gambar 1
INSW2
Gambar 2
INSW3
Gambar 3
INSW4
Gambar 4
 

Senin, 09 Oktober 2017

Rabu, 13 September 2017

Ternak dan Bahan Pakan Ternak Kena PPN?

 
hasil ternakPeraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 267/PMK.010/2015 tentang Kriteria dan/atau Rincian Ternak, Bahan Pakan Untuk Pembuatan Pakan Ternak dan Pakan Ikan yang atas Impor dan/atau Penyerahannya Dibebaskan dari Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai

Direktur Jenderal Pajak pada tanggal 31 Desember 2015 telah menetapkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 267/PMK.010/2015 tentang Kriteria dan/atau Rincian Ternak, Bahan Pakan Untuk Pembuatan Pakan Ternak dan Pakan Ikan yang atas Impor dan/atau Penyerahannya Dibebaskan Dari Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai. PMK Nomor 267/PMK.010/2015 berlaku pada tanggal 8 Januari 2016.

Pada dasarnya ternak, bahan pakan untuk pembuatan pakan ternak dan pakan ikan, tidak termasuk imbuhan pakan dan pelengkap pakan, merupakan Barang Kena Pajak tertentu yang bersifat strategis yang atas impor dan/atau penyerahannya dibebaskan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai.  Hewan ternak yang dimaksud dalam peraturan ini adalah Sapi Indukan.Peraturan ini menyebutkan beberapa kriteria yang dijadikan acuan ternak yang dibebaskan PPN sehingga ternak yang tidak termasuk dalam kriteria tersebut dapat dikenakan PPN.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kriteria apa saja yang diterapkan silahkan kunjungi
Peraturan Menteri Keuangan - 267/PMK.010/2015

Ketentuan terkait kriteria tersebut di atas  dirubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 5/PMK.010/2016. Berdasarkan ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 5/PMK.010/2016 Tentang PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 267/PMK.010/2015 yang ditetapkan pada tanggal 26 Januari 2016, hewan ternak yang dibebaskan pengenaan PPN tidak hanya berlaku untuk sapi indukan.

Apa saja kriterianya hewan ternak tersebut? Dan bagaimana perlakuan atas penyerahan yang telah terjadi sebelum peraturan ini berlaku? Silahkan kunjungi link berikut untuk mengetahuinya
Peraturan Menteri Keuangan - 5/PMK.010/2016
Sumber : Ortax
 

Senin, 17 Juli 2017

Mahasiswa Universitas Islam Malang Ubah Limbah Darah Menjadi Pakan Burung Puyuh

 
Mahasiswa Universitas Islam Malang Ubah Limbah Darah Menjadi Pakan Burung Puyuh

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Limbah darah dari rumah potong ayam (RPA) dapat mencemari lingkungan karena mengandung 17 lbs BOD/1.000 ekor ayam. Padahal, standar BOD per 1.000 ekor ayam hanya berkisar 0,2 lbs.
Karena latar belakang tersebut, tiga mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (Unisma) membuat inovasi pemanfaatan limbah darah RPA sebagai green feeding protein substitution terhadap produktivitas burung puyuh.
"Selama ini, pakan burung puyuh adalah konsentrat pabrik dengan kandungan protein 21-22 persen. Namun, konsentrat cenderung lebih mahal," kata Nufus Imamil Badriyah pada SURYAMALANG.COM, Jumat (14/7/2017).
Misalnya untuk 60 ekor burung puyuh yang digunakan pada penelitian tersebut, butuh 1,5 kg pakan per harinya. Sementara, 1 kg pakan adalah seharga Rp 8.000.
"Berarti dibutuhkan Rp 12.000 untuk pakan 60 ekor puyuh setiap harinya," lanjut mahasiswi semester 7 itu.
Sementara, dengan menggunakan formulasi yang optimum dari hasil penelitian, yaitu 38 persen konsentrat, 15 persen polar, 35 jagung giling, 2 persen tepung dari limbah darah ayam, hanya membutuhkan Rp 9.000 untuk pakan 60 ekor buruh puyuh per hari.
"Dengan pakan campuran tepung darah, konsumsi pakan 60 ekor burung puyuh menjadi lebih baik yaitu 5.318,75 gram per 3 bulan, dan produksi telur meningkat hingga 2.450,25 gram per 3 bulan," jelas anggota tim lain, Faisol Khosim.
Selain itu, penggunaan limbah darah menjadi tepung untuk pakan burung puyuh dapat mengurangi kandungan BOD/1.000 ekor ayam dari 17 lbs menjadi 2 lbs. Sehingga, cukup baik untuk lingkungan.
Rencana ke depan, PKM penelitian itu diharapkan bisa berkembang menjadi PKM pengabdian masyarakat untuk diaplikasikan pada peternak puyuh lokal.
"Kami harap penelitian ini tidak hanya berhenti di sini dan dilanjutkan oleh angkatan selanjutnya agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas," katanya.
Sumber : suryamalang
 

Jumat, 14 Juli 2017

Menteri Amran Tawarkan Jagung ke Filipina

 

Menteri Amran Tawarkan Jagung ke Filipina
 
JAKARTA - Pemerintah Indonesia menawarkan ekspor jagung pipilan ke Filipina dan Malaysia. Tawaran ekspor ini dilakukan menyusul terjadinya kelebihan produksi (over supply) sejak April lalu.
 
“Dalam pertemuan tadi, mereka mengharapkan kita impor nanas dan durian. Sementara kami tawarkan mereka jagung,” ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman seusai menerima kunjungan Duta Besar Filipina untuk Indonesia Maria Lumen Isleta di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (14/6/2017).
 
Menurut Amran, tawaran ini akan ditindaklanjuti Pemerintah Filipina menyusul akan datangnya Secretary of Agricultural Filipina ke Indonesia pada September mendatang. “September nanti, Secretary of Agriculturalnya datang. Mereka juga bersedia mengimpor kelapa dari Sulawesi Utara,” kata Amran.
 
Amran menyampaikan hubungan perdagangan Indonesia-Filipina di bidang pertanian ini akan menguntungkan kedua belah pihak, mengingat saat ini sudah ada kapal roro berkapasitas besar bertarif murah rute Davao, Filipina ke Indonesia.
 
“Untuk kapal roro tersebut dari Indonesia membawa jagung, sementara dari Filipina membawa buah durian yang menjadi andalan mereka. Jadi pulang pergi dalam kondisi isi, sehingga biayanya murah. Ini akan efisien,” katanya.
 
Selain ke Filipina, kata Amran, Indonesia juga berpeluang mengekspor jagung ke Malaysia. Menurutnya, Indonesia berpotensi mengekspor jagung ke Filipina sebanyak 1 juta ton dan ke Malaysia sebanyak 3 juta ton.  
 
“Peluang kita, Filipina dan Malaysia itu 4 juta ton. Nah kalau kita bisa penuhi itu nilainya Rp12 triliun hingga Rp15 triliun. Lumayan kan?,” kata Mentan.
 
Pada tahun ini, Kementan menargetkan produksi jagung nasional mencapai 17 juta ton. Pada April lalu terjadi produksi besar sebanyak 12 juta ton. Peningkatan produksi terjadi karena adanya sinergi antara pemerintah dengan Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) serta program luas tambah tanam.
 
Kenaikan produksi terjadi karena ada beberapa daerah yang mengalami peningkatan penanaman jagung. “Ada satu daerah peningkatannya sampai 50%, tapi ada yang terpenting GPMT sudah membangun gudang di mana-mana,” ungkap Amran.
 
Dia menjelaskan, daerah-daerah yang mengalami peningkatan produksi yaitu Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Dompu, Bima, Sumbawa, Jawa Timur, dan Lampung. Namun, Amran tidak menyebutkan lebih rinci terkait jumlah peningkatan produksi jagung pada daerah tersebut.
 
Amran menjelaskan, pihak GMPT dengan anggotanya telah membangun gudang dan pengering untuk menyerap produksi jagung lokal dan diolah menjadi pakan ternak. “Mereka membangun (gudang) sendiri, kemudian mendampingi petani dan sudah ribuan hektare dan pada Februari ada panen dua 2.000 ha di Lampung,” papar Amran.
 
Menurut Amran, jika terjadi over supply dan GPMT tidak mampu untuk menampung produksi jagung nasional, maka pihaknya dan GPMT sepakat untuk menugaskan Perum Bulog menyerap produksi tersebut.
 
Diketahui, pemerintah telah menetapkan harga jagung di tingkat petani Rp3.150 per kilogram (kg) dengan kadar air 15% untuk diserap Perum Bulog. Penyerapan itu bisa dilakukan Bulog manakala semua gudang jagung yang dimiliki perusahaan swasta sudah penuh.
 
Sumber : sindonews
 

ILDEX Indonesia untuk Memamerkan Industri Peternakan Indonesia yang Sedang Booming

 
OKU 8719 1030x687
 
Edisi ketiga ILDEX Indonesia 2017, salah satu peternakan, makanan olahan susu, daging, dan akuakultur terkemuka di Asia akan berlangsung di Jakarta mulai 18-20 Oktober 2017.
 
Acara ini diselenggarakan oleh VNU Exhibitions Asia Pacific (VNUEAP) dan Federasi Masyarakat Perunggasan Indonesia (FMPI). Lebih dari 8.000 pengunjung perdagangan diharapkan dapat berpartisipasi dan berinteraksi dengan 250 merek internasional. Acara ini akan menampilkan tiga zona industri yang meliputi: pakan dan kesehatan hewan; Penggilingan pakan dan peralatan pertanian; Dan genetik, pembibitan dan pengolahan. Pameran ini juga akan menampilkan dua paviliun negara (China dan Korea Selatan) dan sebuah paviliun khusus untuk makanan hewan.
 
Panadda Atthakowit, kepala pusat kompetensi ternak VNUEAP mengatakan, "Indonesia mewakili 40 persen dari total populasi dan ekonomi berpenghasilan menengah di ASEAN. Ini juga merupakan basis konsumen domestik dan regional yang berkembang. Dengan mitra profesional dan industri, FMPI, kami sangat yakin bahwa kami dapat menawarkan pasar berkualitas yang dapat menciptakan nilai dan peluang bisnis bagi pasar ternak saat ini. Di ILDEX Indonesia, pengunjung akan bisa bertemu dengan banyak perusahaan papan atas seperti Big Dutchman, Charoen Pokphand Indonesia, Japfa, Famsum. Cheil Jedang Corporation, Elanco, Emtech dan King Techina. "
 
Menurut penyelenggara, ILDEX Indonesia 2017 akan menampilkan daftar pendukung yang panjang dari pemerintah Indonesia dan asosiasi lokal termasuk Departemen Peternakan (DISPET JABAR), Departemen Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKI), Fakultas Peternakan, Bogor Universitas Pertanian (FAPET IPB), Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor (FKH IPB), Federasi Serikat Perunggasan Indonesia, Asosiasi Petani Tani Indonesia (PPN), Asosiasi Petani Perunggasan Indonesia (GOPAN), Asosiasi Petani dan Pusat Informasi Peternakan Indonesia PINSAR), Asosiasi Dokter Hewan Unggas Indonesia (ADHPI), Asosiasi Kesehatan Masyarakat Veteriner Indonesia (ASKESMAVETI), Asosiasi Pabrik Umpan Indonesia (GPMT), terutama dari Kementerian Pertanian, Republik Indonesia dan banyak lagi.
 
Deddy Kusmanagandi, ketua Asosiasi Industri Unggas Indonesia (ADHPI) mengatakan, "ILDEX Indonesia adalah acara yang ditunggu oleh rakyat Indonesia. Kami menginformasikan anggota dan petani kami di Asosiasi kami untuk datang ke acara ini karena ini adalah platform yang tepat dimana kami akan memenuhi pameran dan pembeli berkualitas terbaik. "
 
"Kualitas pengunjung sangat bagus. Ini melebihi harapan saya dan Indonesia adalah salah satu negara terbesar yang akan terus kami investasikan di edisi berikutnya. Tahun depan, menurut saya jumlah peserta akan tumbuh secara signifikan dan lebih baik lagi sehingga saya ingin mengajak semua orang untuk datang ke ILDEX Indonesia 2017, "kata Edy Purwoko, manajer negara PT Ceva Animal Health Indonesia.
 
Penyelenggara menunjukkan bahwa dalam edisi sebelumnya ILDEX Indonesia, 94 persen pengunjung memberi umpan balik positif dan merekomendasikan pertunjukan ini kepada teman dan kolega mereka dan lebih dari 88 persen merasa puas dengan kualitas pengunjung perdagangan dan mereka berniat untuk mengunjungi ILDEX Indonesia lagi. .
 
 

Senin, 19 Juni 2017

Logo GPMT

 
Pemberitahuan...

Karena banyaknya instansi yang menggunakan logo GPMT yang salah dan juga bila melakukan browsing di internet juga banyak muncul logo GPMT yang salah, maka dengan ini kami sampaikan bahwa logo GPMT yang benar adalah ini.
















sedangkan logo yang dibawah ini salah (biasanya muncul bila browsing di internet).

Terima kasih atas perhatiannya.