Ruang Media


Kantor

Alamat Surat :
Perumahan Taman Laguna, Ruko No. 112
Jl. Alternatif Cibubur
Bekasi 17435
          (+62 21) 8459 0227
          (+62 21) 8459 0227
          sekretariat.pusat@gpmt.or.id

17 January 2017

Dirjen PKH Membuka Kongres XIII GPMT

Bogor (TROBOS). Bertempat di Rancamaya Bogor, 19- 21 Mei 2016, Asosiasi Produsen Pakan Indonesia atau yang lebih dikenal GPMT menyelenggarakan kongres ke-13. Kongres kali ini mengangkat tema "Kepastian Ketersediaan Bahan Pakan untuk Menunjang Daya Saing".
 
GPMT merupakan asosiasi produsen pakan ternak yang keberadaannya sangat berkontribusi bagi perekonomian, meskipun kondisi industri pakan ternak di Tanah Air belum stabil. Ini disampaikan Ketua Umum GPMT, Sudirman di sela pembukaan kongres (19/5).

Menurut Sudirman, kondisi pertumbuhan industri pakan ternak akan tetap tumbuh. Terlebih sudah banyak perusahaan-perusahaan luar negeri yang tertarik dan ingin menanamkan modalnya di Indonesia. "Saya berharap iklim investasi tetap membaik, dan terus menarik investor," ungkapnya.

Sudirman juga mengharapkan, dengan terpilihnya pengurus baru, terus memajukan industri pakan ternak, sehingga roda perekonomian di Tanah Air terus berjalan dengan baik. "Para pengurus baru diharapkan dapat mengusung program-program yang terbaik untuk perkembangan usaha dan kesejahteraan rakyat," tambahnya.

Sementara itu, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Muladno mengatakan, kongres ke-13 GPMT kali ini sekaligus memperingati hari jadinya ke-40 tahun. "Asosiasi ini sudah berumur, namun sangat disayangkan keberadaannya belum diakui oleh pemerintah, karena hingga saat ini GPMT belum mendaftarkan dirinya ke Kementerian Hukum dan HAM," terang Muladno.

"Untuk itu, saya berharap tidak hanya kepada GPMT tetapi semua asosiasi peternakan di Indonesia yang tercatat sebanyak 87 asosiasi, untuk segera mendaftarkan diri. Sehingga akan mempermudah untuk berjalan kedepannya, dan berkomunikasi dengan pemerintah," jelasnya.
 
Selanjutnya kepada pengurus baru, Muladno juga berharap, bisa bersinergi dengan pemerintah dan petani. "Buatlah program kerja yang bersinergi dengan pemerintah dan petani, semisal dengan Badan Ketahanan Pangan, Direktorat Pakan, maupun yang lainnya," ujarnya. 
 
Sumber : Trobos